Minggu, 23 Agustus 2009

Monumen Jendral Sudirman di Pacitan (Pakis Baru)

. Minggu, 23 Agustus 2009

Monumen Jendral Sudirman di Pacitan (Pakis Baru)


Sewaktu dari t4 nenek diwonogiri sama adek saya berangkat menggunakkan Yamaha VIXION perjalanan dari yogya ke purwantoro menempuh 3 jam perjalanan jarak dari yogya ke wonogiri sekitar 130 KM. saya berangkat dari 4 sore yampe t4 mbah malam jam 7. Badan terasa lelah lalu istirahat dan makan pada malam itu saya istirahat.

Nah keesokan harinya yang menarik dan patut diceritakan adalah jalan2 kemonumen dan sebuah rumah yang dijadikan Markas Gerilya oleh Panglima Besar Jenderal Besar Soedirman di pakis baru, saya berangkat kesana dengan Om saya yaitu Om ied, anaknya Elsa, Udin sepupu saya dan dwi septyawan adik saya. Udaranya sejuk bgt, biar lebih lengkap.

Nah ceritanya begini
Salah satu yang menarik adalah sebuah rumah yang dijadikan Markas Gerilya oleh Panglima Besar Jenderal Besar Soedirman. Rumah milik Karsosoemito, seorang bayan di dukuh sobo ini, selama 3 bulan 28 hari (107 hari), sejak tanggal 1 April 1949 sampai 7 Juli 1949, digunakan sebagai markas oleh Panglima Besar Jenderal Besar Soedirman.

Sebelum sampai di rumah Karsosoemito, Jenderal Soedirman menginap di rumah Jaswadi Darmowidodo, Kepala Desa Pakis ketika itu, yang berjarak 7 kilometer dari Dukuh Sobo. Di Rumah Markas Gerilya ini Jenderal Soedirman bersosialisasi dan bergabung dengan masyarakat setempat


Pemandangan Sebelum Masuk Kemonumen

Dikatakan, Jenderal Soedirman sampai di Pakis Baru, Nawangan, Kabupaten Pacitan, setelah hampir 7 bulan bergerilya keluar masuk hutan, naik turun gunung, dan menjelajah kampung. Kalau Anda berkunjung ke rumah bersejarah ini, Anda dapat menyaksikan dan merasakan betapa dahsyatnya perjuangan Jenderal Soedirman. Medan jalan yang berkelok-kelok, naik-turun pebukitan dengan jurang yang dalam di salah satu sisi jalan.

Tentu saja alam sekitar yang indah dan berudara sejuk, bahkan mungkin dirasakan sebagian orang sebagai sangat dingin. "Dari arah mana pun perjalanan menuju Pakis Baru, yang dirasakan adalah jalan yang penuh tantangan. Kita bisa merasakan betapa gigihnya perjuangan Jenderal Besar Soedirman, walau dalam kondisi sakit-sakitan”
Markas Gerilya Jenderal Soedirman ini terletak 32 km arah timur dari pusat pemerintahan di Kabupaten Pacitan. Dapat ditempuh dengan kendaraan mobil selama satu jam perjalanan. Rumah ini juga dapat ditempuh dari Kota Solo, Jawa Tengah, dengan perjalanan darat selama kurang lebih 3 jam. Atau melalui Yogyakarta selama 4 jam perjalanan. Tidak jauh dari Markas Gerilya ini, sekitar 2 km, terdapat kompleks Monumen Patung Panglima Besar Jenderal Besar Soedirman yang sangat megah.


View Dari Parkiran Monumen

"Pada tahun 2008 telah dilakukan konservasi dan penyempurnaan terhadap patung Panglima Besar Jenderal Besar Soedirman dan rumah bersejarah Markas Perang Gerilya ini"

pintu masuk menuju monumen Jendral Sudirman disamping kanan dan kiri ada cerita bergambar dari Jendral Sudirman semasa hidupnya dimulai dari kanan ke kiri.

Tentang Markas Gerilya ini, Jenderal Soedirman menjadikannya sebagai tempat bersosialisasi dan bergabung dengan masyarakat setempat. Selain itu, beliau melakukan aktivitas secara teratur, serta dapat mengadakan hubungan dengan pejabat pemerintah di Yogyakarta.

pintu masuk monumen

Kegiatan Beliau di rumah ini antara lain menyusun perintah-perintah harian serta petunjuk dan amanat, baik untuk tentara maupun masyarakat.
Dari rumah yang dijadikan Markas Gerilya ini, Jenderal Soedirman selalu berkomunikasi dengan para panglima dan komandan di berbagai daerah yang dilakukan melalui caraka (kurir). Menurut seorang saksi mata, Padi (66), anak dari Karsosoemito, pemilik rumah, yang ketika itu berusia 7 tahun, banyak komandan pasukan maupun pejabat pemerintahan yang datang ke Sobo untuk minta petunjuk "sesepuh".

dipintu masuk ini ada cerita ttg perang gerilya didaerah semarang dan yogya. turunya penjajah dari semarang, ke ambarawa, ke magelang dan yogyakarta dan akhirnya mundur

Masyarakat menyebutnya sesepuh atau orang sakti. Saya tidak tahu kalau yang tinggal di rumah itu Panglima Besar Jenderal Besar Soedirman. Hampir setiap pagi, saya dipanggil 'sesepuh' untuk sarapan bubur. Karena dalam kondisi sakit, 'sesepuh' di luar kesibukannya mengatur strategi perang, dan memberi amanat, beliau setiap pagi berjemur sinar matahari. Ajudan beliau ketika itu Soepardjo Rustam dan Tjokro Pranolo atau waktu itu dipanggil Pak Noli. Ia sekarang jadi penjaga Markas Gerilya ini.
Lebih jauh Direktur Permuseuman Intan mengatakan, di Markas Gerilya ini Jenderal Besar Soedirman sibuk mengatur komunikasi dengan para petinggi militer. Melalui Letkol Soeharto, Jenderal Soedirman juga berkomunikasi intensif dengan Sri Sultan HB IX di Yogyakarta.
Setelah Perjanjian Roem-Royen disahkan pada tanggal 7 Mei 1949 dan Pemerintah Indonesia-Belanda sepakat untuk mengakhiri permusuhan, maka Panglima Besar Jenderal Soedirman merencanakan untuk kembali ke Yogyakarta. Akhirnya 7 Juli 1949, setelah dibujuk oleh berbagai pihak, Panglima Besar Jenderal Besar Soedirman meninggalkan rumah ini, kembali menuju Yogyakarta.

di lapangan upacara monumen Jendral Sudirman tepatnya dibawah patung Jendral Sudirman

Sebagai rumah bersejarah, wisatawan bisa melihat situasi dan kondisi rumah yang dijadikan Markas Perang Gerilya ini. Rumah yang menghadap ke arah utara ini terdiri dari dua bagian, yaitu bagian depan yang disambungkan dengan bagian belakang. Rumah bagian depan berbentuk empat persegi panjang, berukuran 11,5 x 7,25 meter persegi, sedangkan rumah bagian belakang berukuran 10,2 x 7,3 meter persegi.

ini lapangan buat upacara di monumen Jendral Sudirman

Rumah ini berlantaikan tanah liat. Rumah bagian depan dindingnya terbuat dari papan kayu (gebyok). Sementara rumah bagian belakang dindingnya terbuat dari anyaman bambu (gedhek). Pada ruangan depan terdapat 2 buah pintu, dan terdapat tiang-tiang kayu yang menyangga konstruksi atap. Di ruangan ini juga terdapat 4 buah kamar tidur, yang salah satunya merupakan kamar tidur Panglima Besar Soedirman. Kamar tidur lainnya pernah ditempati ajudan Beliau, yaitu Soepardjo Rustam dan Tjokro Pranolo.

tangga menuju patung Jendral Sudirman, tiap2 tangga ada maknanya. dimulai dari tangga pertama berjumlah 45, disusul tangga ke2 berjumlah 08 dan tangga ke3 menuju patung Jendral Sudirman berjumlah 17. intinya tepat tgl kemerdekaan RI 17 agustus tahun 1945

Di masa gerilya di ruangan rumah terdapat satu set meja dan kursi tamu yang terbuat dari kayu serta balai-balai dari bambu. Ruang bagian belakang, yang diduga dimanfaatkan sebagai dapur dan tempat penyimpanan berbagai peralatan, tidak terdapat kamar. Pada rumah bagian belakang ini juga terdapat tiang-tiang serta terdapat sebuah pintu. Atap rumah berbentuk dua buah limasan yang disambungkan dengan talang di tengahnya. Genting penutup atap rumah terbuat dari tanah liat.

patung Jendral Sudirman yang berdiri tegak dan kokoh dimonumen

kawasan monumen Jendral Sudirman diresmikan Bpk Susilo Bambang Yudhoyono. didaerah ini juga ada tempat untuk pendaratan helikopter.

Untuk lebih memberikan informasi tentang arti penting rumah bersejarah Markas Gerilya ini, di dalam rumah kini dilakukan penataan berupa pemasangan papan informasi, foto koleksi, dan perabotan. Di depan rumah disajikan sekilas tentang sejarah dan rute Perang Gerilya, sejak berangkat hingga kembali ke Yogyakarta.

ini perjalanan menuju monumen Jendral Sudirman, ini adek sepupuku di purwantoro wonogiri, nama panggilanya udin.

Di rumah bagian depan, dipamerkan kamar tidur Panglima Besar Soedirman, serta foto-foto Beliau ketika foto bersama dengan masyarakat di depan rumah bersejarah ini. Juga foto ketika berangkat bergerilya dan ketika Beliau pulang ke Yogyakarta.

kalo ini adek saya dwi septyawan baru masuk kuliah diugm tahun 2009, gak mirip yah? he3... dia foto disamping rumah neneku di purwantoro

Selain itu, di runag depan juga disajikan tiruan tandu, meja-kursi tamu, dan tempat tidur pengawal/ajudan Beliau. Di ruang bagian belakang terdapat peralatan audiovisual, untuk menyaksikan tayangan tentang Panglima Besar Jenderal Besar Soedirman.


pemandangan yang sangat bagus didesa neneku didaerah purwantoro

Juga bisa dilihat peralatan dapur, alat-alat memasak, tempayan, dan peralatan lainnya. Ketika Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengunjungi rumah bersejarah ini, juga dipamerkan baju hangat yang dipakai Jenderal Soedirman, ikat kepala warna hitam, dan keris, yang dipinjamkan sementara dari Museum Jenderal Besar Soedirman.

60 comments:

Seti@wan Dirgant@Ra mengatakan...

Posting tentang Rekam jejak sejarah yang mantap sobat.

Miawruu mengatakan...

wah..jalan2nya seru kayaknya. Btw...ada foto narsisnya hahahaha

^^haqie mengatakan...

potonya bagus2 cuy

ROSMANA APOLLA PUTERA mengatakan...

jadi ingat peristiwa Ambarawa deh...

NURA mengatakan...

salam sobat
ok banget postingannya sobat
monumen jendral Sudirman bagus ya,,saya baru tahu kalau ada Pacitan
selamat juga ya,,buat adiknya. yang baru masuk kuliah.

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

mantap nih cerita perjalanannya.

Dinoe mengatakan...

Wah..bagus2 fotonya...perjalanan yg menyenangkan ya...

berry devanda mengatakan...

terimakasih atas sharenya...
nice monument...

rizal mengatakan...

kapan ya gw nyampe kesana...

makasih sudah berbagi cerita...

saya jadi tahu...

Henny Y.Caprestya mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh penulis.
Henny Y.Caprestya mengatakan...

belum pernah ke sana nih, tapi ada yang bilang di sana nggak ada tempat wisata, tapi setelah liat artikel ini..ternyata ada tempat yang indah banget. insyaallah lain kali aku bisa jalan-jalan ke sana. thanks buat infonya

ducky mengatakan...

Wal seru banget cerita perjalanannya! Berasa banget perjuangan sang Jenderal apalagi saat sakit.. 2kali baca tentang beliau,masih pengen tau, beliau meninggal di mana dan kenapa?

zujoe mengatakan...

weww... kereeennn bisa jalan-jalan hiiiiii

suzhu BITES mengatakan...

monumennya asri ya...pasti dijaga sampe bagus begit apalagi pemandangannya keyen

♥ Neng Aia ♥ mengatakan...

kapan bisa jalan2 kesana yah?

princess mengatakan...

menarik sekali dan bersejarah tempatnya. someday,klo ke sana, pengen mampir.

Pasang Iklan Gratis mengatakan...

wah enaknya yang jalan2 mengelilingi monumen, melihat peninggalan2 bersejarah emang menakjubkan...emmm.....kayaknya indah, jadi pengen hehehe.....^_^

kenali dan kunjungi objek wisata di pandeglang

Seti@wan Dirgant@Ra mengatakan...

sELAMAT SIANG SOBAT,... Koq jarang mampir sih??

belajar seo mengatakan...

Sungguh mengesankan bisa berjalan jalan sambil mengenang perjuangan Panglima besar Jendral Sudirman yang nan gagah berani, Kebebtulan saya dilahirkan di wilayah bersama dengan beliau yakni Banyumas(purwokerto), jadi di purwokerto juga ada monumen Panglima Jendral Sudirman, sampai sampai dijadikan sebuah nama Universitas Jendral Sudirman, bagi yang kebetulan lewat Purwokerto silakan menyempatkan diri untuk mampir ke monumen Panglima

Risal mengatakan...

Informasi yang sangat bermanfaat,Sy senang berkunjung di tempat kawan..

waroengdollar mengatakan...

jendral Sudirman memang pantas di banggakan

multyone mengatakan...

jadi ingin jalan2 nih biar stres hilang

Itik Bali mengatakan...

Aku belum pernah ke sana
tapi tempatnya bagus banget
hampir mirip kaya tempat di rumah nenekku di madiun
di sana juga ada monumen perjuangan

suzhu BITES mengatakan...

dulu pejuang bejuang dgn seadanya tapi bisa disegani banyak negara malah gag berani macam kek sekarang ini, sayang makin pinter koq makin susah pertahankan harga diri bangsa, apa krn kita dh terlalu kebarat-baratan sampe lupa dgn bangsa ini *prihatin mode on*

rachmat mengatakan...

jendral sudirman memang jendral besar sob, sip bro, bangsa yang baik adalah bangsa yang menghargai sejarahnya

kakve-santi mengatakan...

foto yang bawah itu, narsis brow!

genial mengatakan...

yuhuuu... lengkap nian kisah tugu sang Jendral ini... ;;) klu kata bung karno... JAS MERAH...

Berry Devanda mengatakan...

ngabuburit ne bro...
salam...

Berry Devanda mengatakan...

mampir lagi bro...

gomel mengatakan...

waahh..baru ya tempatnyaa??
masih oke banget. hehehe..

Free Tips mengatakan...

boleh nih mas artikelnya. jadi salah satu tujuan wisata juga yang harus dipromosikan. Mudah2an nasibnya gak seperti sebagian monumen lain yang akhirnya tidak terawat.

reni mengatakan...

Lho... padahal adikku di Pacitan lho.., tapi aku kok belum tahu ada patung ini ya ? ;)

Kuliah Gratis mengatakan...

Sepertinya sangat bagus sekali monumennya.........mantab...........

Berry Devanda mengatakan...

ada award buat mu sobat...
moga berkenan...

AeArc' mengatakan...

wew.. jadi ngiri, pengen ikutan juga..

gak ngajak2 sih :P

Saung Web mengatakan...

Review yg bagus sobat .. bangsa yg besar adalah bangsa yang menghargai jasa pahlawannya.. salam kenal ya

ekosulistio mengatakan...

keren monumennya..... ditempatku ga ada sob...

pasuruan mengatakan...

di pasuruan tidak ada monumen seperti itu....

jual pabx, jual pabx second, jual pabx bekas >> 021-33937411 mengatakan...

Salam kenal...

Desain Interior >> 081585181961 mengatakan...

Salam kenal...

Konsultan Gondola >>081585181961 mengatakan...

Salam kenal...

Jasa renovasi bangunan >> 081585181961 mengatakan...

Salam kenal...

Jasa renovasi kantor >> 081585181961 mengatakan...

Salam kenal...

Kontraktor Bangunan >> 081585181961 mengatakan...

Salam kenal...

Pemborong Bangunan >> 081585181961 mengatakan...

Salam kenal...

Jasa renovasi rumah >> 081585181961 mengatakan...

Salam kenal...

MBELONG TOKAWI mengatakan...

INDAH BANGET.

Anonim mengatakan...

kalau ke Monumen Jendral sudirman lagi mampir.
rumahku Desa Jeruk. Tepat di dekata perbatasn jawa timur dan jawa tengah.
Ali

slam mengatakan...

Purwantoro ya bro???

Ane anak Slogohimo,,, kecamatan sebelum kecamatan mbah ente...

Brovo gan, 4 blognya!!!

kartika "nunie" Yuniarti mengatakan...

sumpah tu tmpt keren bgd , saya dan bapak saya pun pernah saat saya mengunjungi rumah mbah di wonogiri .
yang mengesankan buat saya dan bapak saya adalah saat kita numpang mobil2 dan harus berjlan kaki kira2 5 km untuk bisa k tmpt tersebut . kerna mobil yang kita tumpangi tidak bs mengantarkan sampai tujuan . tp d saat tu lah saya dan bapa saya bisa merasakan betapa hebatnya perjuanagn pak sudirman .

tp perjalanan kita begitu berkesan , dan tiba sampai di sana . hanya kata takjub Subhanallah yang da di hati saya .


gila tempatnya keren banged , sejuk sekali karena lokasi tepat di atas puncak .
rasa cape, lelah semua terbayar .
huft,,,benar2 perjalanan yg begitu berkesan . dan itu bakal jd pengalaman berkesan dalam hidup saya dan bapa saya .

FIKI IRAWAN BLOG mengatakan...

izin copy ya??

Gembong mengatakan...

Ceritanya sih bagus bener..., tp tau ga..? siapa yg pnya IDE dan Gagasan serta yg Membangun Patung tsb awal mulanya...?? serta Status Kepemilikan tanah tempat berdirinya Patung tsb...?? Coba dech di cari and gali lagi Info yg lebih Kongkrit dan dpt dipertanggung jawabkan.Anyway...,sy pribadi salut dgn anda yg sdh menceritakan sesuatu yg dpt di banggakan dari daerah tanah kelahiran Orang Tua Saya.Txs n Wass

jual rumah di kemang mengatakan...

yang lagi mau jual kebun sengon mau bagi info nich tentang bibit jabon dan kayu jabon bagi yang suka bertani

jasa ekspedisi mengatakan...

mampir nich dari jaksel..

edhipurnomo mengatakan...

pengen kesana aku

Pakis Baru Desa Gerilya mengatakan...

Ass Wr Wb..,

Pertama-tama saya pribadi salut dgn anda yg sdh menulis cerita perjalanan pulang kampung yg mengandung sdikit Promosi Daerah Pakis Baru..., Saya sbg Putra Asli daerah tsb sangat senang membacanya..., walaupun sy terlahir di Ibukota RI, akan tetapi sang Pemrakarsa Pembangunan., Pengembangan Desa & Membangun Monumen Pangsar.,serta Melestarikan Rumah ex Gerilya tsb, tak lain adalah..;(Alm)Ayahanda sy adalah Putra Asli Pakis.., tepat nya Beliau adalah putra tertua dari pa lurah "Jaswadi Darmowidodo" yg bernama "ROTO SUWARNO (Alm) yg rmh nya jg sempat di singgahi Jenderal Soedirman..., Mengapa sang Jenderal pindah ke dukuh Sobo...?? krn "saran" dari sang lurah tersebut..,(Jaswadi Darmowidodo) dgn alasan., "Jika pa'Dirman tetap tinggal di rmh Lurah Jaswadi, akan lebih membahayakan dirinya..,krn kalau di desa itu kan rumah Lurah pasti saja kedatangan Tamu...??, nah dikhawatirkan dari salah satu Tamu-tamu yg datang ke rumah Lurah akan becerita ada seorang yg di anggap "sesepuh" yg tinggal di rumah pa Lurah" Naah.., maka itu pa Jaswadi Darmowidodo, menyarankan agar Jederal Soedirman pindah ke Sobo., dgn perhitungan "Jawa" ke arah "ngiwo" (sedangkan klo di lihat dari sisi Geografisnya., Rumah Karsosumito malah berada dekat dengan markas Belanda. Tapi itulah hebat nya orang Tua kita dulu...??!! Anyway..., Saya salut dgn anda Bro..!! teruskan menulis nya.., Wassallam......,

A.NAM66 mengatakan...

Saya pernah kesana, kakek nenek juga di purwantoro, purwantoro mana?

odoy mengatakan...

mantap nih cerita perjalanannya.

nenden mengatakan...

nice post.,.,

hanifiah mengatakan...

Posting tentang Rekam jejak sejarah yang mantap gan. makasih

:)) ;)) ;;) :D ;) :p :(( :) :( :X =(( :-o :-/ :-* :| 8-} :)] ~x( :-t b-( :-L x( =))

Poskan Komentar

Recent Comentar

 
Namablogkamu is proudly powered by Blogger.com | Template by o-om.com